Tampilkan postingan dengan label long distance relationship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label long distance relationship. Tampilkan semua postingan

31 things about me and Si-Kecil!!

1.We’re on long distance relationship
2.Some say it doesn’t work, but in fact we’re enjoying it
3.People say it can’t be long, but we’ve been through all of this for 8 month
4.People will be confuse when see us walking; “are they brother and sister?”
5.Tiara is short
6.Ucup is much taller than her
7.Ucup is thin
8.Tiara is much fatter than him
9.Tiara loves her pets so much
10.And Ucup falls in love with her pets too!
11.Ucup likes to kiss Sapi (Tiara’s cat)
12.But he always forget that he has Asthma (kissing a cat is not recommended for asthma)
13.Ucup feels that he has a very kind bestfriend
14.Tiara also feels that Ucup is a very kind bestfriend
15.Ucup loves to be at Tiara’s home
16.Ucup is often lost on the way to Tiara’s home
17.Somehow Ucup feels pretty exciting when he gets lost
18.Tiara can talk thousand words in a time
19.Ucup can only listen and smiling when she does
20. Ucup and Tiara don’t care about valentine
21.Forget and not reply the Message isn’t problem for us
22.Tiara never be jealous to Ucup
23.Ucup sometime feels jealous (it was)
24.Ucup loves Tiara so much
25.Tiara loves Ucup so much
26.We’re not a romantic couple
27.We feel not match with love poetry
28.Ucup ALWAYS tells tiara that she is very cute
29.But Tiara never knows where the cute part is
30.If Tiara Asked me frequently; “What cute?”
31.Ucup will answer; “Everything on you”


Gue and si Kecil yang di kiri... haha

ok.. gue salah, gue akui

Yup.. gue salah. Ternyata membiarkan unek-unek gue sam si Kecil malah bikin hubungan enggak sehat dan malah terkesan begitu membosankan.. ;p Gue orangnya traumatis (apa hubungannya coba?). Sebuah pengalaman yang enggak mengenakkan kadang-kadang begitu membekas sehingga mempengaruhi perilaku gue.


Gue kapok untuk bicara tentang unek-unek gue sama si Kecil. Dulu gue pernah melakukannya dan dia jadi bad mood. So, karena hal itu gue jadi give up everytime i want to talk with her. well.. that is wrong! wrong! and wrong!

Damn... gue jadi kesel sendiri. Harusnya gue bilang, harusnya gue marah, harusnya bla bla bla. Emang penyesalan datangnya selalu belakangan. Gue belum dewasa! sekali lagi gue ternyata belum dewasa. Damn.. it's hurt.

well.. sekarang si Kecil bosen. Gue enggak tau harus ngapain. Gue cuma bisa berharap gue bisa memperbaiki kebego-an gue.

Ternyata komunikasi emang yang paling penting. Apa lagi bagi orang yang LDR. Salah pengertian bisa bikin runyam! yah beginilah! bahkan, bisa bikin masing-masing perang dingin di facebook dan blogger, seperti yang lu liat di post gue sebelum ini. hehe...

Jadi.. kayaknya gue harus bicara lamaaaaa sama dia biar semua clear!! ok ok ok wish me luck




Long Distance Relationship

Sekolah di pesantren kayak gini wajib hukumnya bagi yang mempunyai pasangan untuk berstatus LDR atau Long Distance Relationship. Bukan hanya sekedar LDR biasa dimana jarak merupakan masalah utama sebuah hubungan, di sekolah ini, bagi anak-anak yang terjun dalam LDR harus pintar-pintar membagi waktu hingga kadang di tuntut untuk melanggar peraturan.


Dengan dilarangnya hp di sekolah, berarti jalur komunikasi tinggal satu jalan yaitu melalui wartel sekolah. Perlu diketahui bahwa wartel ini Cuma punya 2 pesawat telpon! Kebayang bagaimana gue harus berebut telepon dengan “pejuang-pejuang” yang lain.


Dulu sebelum angkatan 11 datang, gue adem-adem aja make wartel, secara gue jarang punya saingan. Gue menyebut masa-masa kelas 2 sebagai “masa damai di wartel” karena gue dengan bebas bisa memonopoli telpon hingga 30 menit! Tapi semenjak angkatan 11 berjumlah 76 orang! Dan sebagian besar punya pacar, monopoli gue atas wartel mulai tergeser.


Sejak awal mereka menginjakkan kaki di sini, gue udah mulai was-was. Gue dengan kerennya mulai menghitung peluang gue untuk menelpon lebih dari 20 menit dan hasilnya sangat kecil! Anak-anak angkatan 11 ternyata hobby menelpon! Entah menelpon pacar atau keluarga. Pokoknya jam 7-8 adalah jam sibuk mereka. Gue Cuma bisa berharam jam 8 ke atas situasi udah mulai terkendali alias sepi. Tapi terkadang wartel bisa sangat sibuk sampai kang Opick (Direktur Koprasi sekolah, haha) mulai risih menunggu anak2 selesai menelpon, apa lagi kalau ada yang ngutang.


Dulu gue bisa dengan bebas dalam satu hari menelpon “si Kecil” dari jam 8 sampe jam 8.30. sekarang, jarang gue bisa telp lebih dari 10 menit tampa merasa enggak enak sama anak-anak lain yang mengantri untuk telp. Dulu gue bisa telp si kecil sambil minum Tebs hingga abis! Tapi sekarang boro-boro sempet minum, gue harus stand by di antrian demi dapet jatah nelpon.

Untuk yang berani bawa HP, komunikasi bisa jadi lebih mudah. Namun, resiko hubungan itu terbongkar semakin besar! Oh iya, gue lupa bilang kalau pacaran sebenarnya dilarang oleh pihak sekolah. Jika ketahuan harus segera DI AKHIRI!! Haha. Berarti, LDR itu sendiri sebenarnya merupakan sebuah pelanggaran lho!!


Untuk urusan ketemuan, ini adalah hal yang paling langka! Apa lagi Si kecil dan gue “dobel” LDR-nya. Soalnya gue tinggal di Jakarta dan dia di Bandung. Mau ada di pesantren atau di rumah-pun gue tetep kepisah jarak sama dia.Untuk urusan jarak, bukan gue jawaranya. Gue punya temen yang pacarnya tinggal di Makasar! Bayangin betapa jarangnya mereka bisa telpon-telponan apa lagi ketemuan. Tapi sekarang mereka mesra-mesra aja tuh. Miracle does happen!

Untuk dinamikanya emang berat. Syarat sebuah LDR bisa terbangun, apa lagi dengan kondisi minim fasilitas seperti gue, harus ada kepercayaan yang kuat. Gue merasakan betapa pentingnya untuk percaya sama si kecil karena tanpa kepercayaan, semua bisa hancur. Yang paling penting adalah kita harus percaya bahwa pacar kita memang menyayangi kita. Namun, ketika kita jauh dari dia, kadang kita harus merelakan ia lebih asik berhubungan dengan teman-temannya. Gue sadar gue bukan apa-apa dibandingkan dengan teman-teman si Kecil. So, gue enggak akan ngelarang dia buat main dengan siapapun. Gue sadar siapapun yang sukses dalam LDR pasti mempunyai kedewasaan dan gue udah bertekat akan menjadi seseorang yang dewasa dan enggak bertingkah seperti anak sd lagi!


Majulah para pejuan cinta dari seluruh pelosok boarding dan pesantren se-Indonesia. Tanpa dinamika, cinta bakal BASI!! Ye... hha

my visitors!